Evangelium Vitae, atau “Injil Kehidupan,” adalah salah satu ensiklik kepausan yang paling signifikan dalam sejarah Katolik modern. Diterbitkan pada 25 Maret 1995, oleh Paus Yohanes Paulus II, dokumen ini menekankan kesucian hidup manusia, dengan fokus pada isu-isu seperti aborsi, euthanasia, dan tantangan moral yang mengelilingi perlindungan kehidupan di dunia kontemporer. Saat kita merayakan ulang tahun ke-30 dari publikasinya, Dicastery untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia yang Utuh telah memperbaharui komitmennya terhadap misinya untuk melindungi dan mempromosikan kehidupan di semua tahap.
Pentingnya ‘Evangelium Vitae’
Di inti, Evangelium Vitae mengartikulasikan sikap tak tergoyahkan Gereja Katolik terhadap martabat hidup manusia. Dokumen ini menyerukan perlindungan hidup sejak saat pembuahan hingga kematian alami, mengecam tindakan yang melanggar kesucian hidup, termasuk aborsi, euthanasia, dan hukuman mati. Paus Yohanes Paulus II menyampaikan ajaran ini dalam konteks dunia di mana teknologi modern, hak individu, dan perubahan budaya semakin menantang pandangan moral tradisional tentang hidup dan mati.
Ensklik ini tidak hanya membahas isu-isu moral dan etika, tetapi juga menekankan peran individu dan masyarakat dalam mempromosikan budaya kehidupan. Ia meminta tanggung jawab kolektif semua orang—pemimpin politik, profesional kesehatan, dan warga biasa—untuk mendorong masyarakat di mana yang paling rentan, dari yang belum lahir hingga yang lanjut usia, dirawat dan dilindungi.
Peran Dicastery dalam Mempromosikan Kehidupan
Dicastery untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia yang Utuh adalah salah satu institusi kunci Vatikan yang ditugaskan untuk menangani isu-isu sosial, budaya, dan moral yang berdampak pada martabat manusia. Komitmennya terhadap Evangelium Vitae berakar pada mandat yang lebih luas untuk menangani kesejahteraan fisik, spiritual, dan moral umat manusia.
Pada anniversary Evangelium Vitae, Dicastery telah mengulangi komitmennya untuk mempromosikan kehidupan dengan mendukung kebijakan dan inisiatif yang melindungi martabat manusia. Pekerjaan mereka melibatkan kolaborasi dengan berbagai organisasi dan institusi untuk mempromosikan kehidupan di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan legislasi.
Bidang Utama Fokus dalam Mempromosikan Kehidupan
- Advokasi Melawan Aborsi dan Euthanasia
Sentral untuk pekerjaan Dicastery adalah melanjutkan perjuangan melawan aborsi dan euthanasia. Vatikan secara konsisten membela hak hidup bagi yang belum lahir dan lanjut usia, mengecam segala bentuk kekerasan terhadap manusia yang rentan. Dicastery bekerja sama dengan organisasi internasional untuk mempengaruhi kebijakan global dan mendorong pemerintah agar mengadopsi legislasi yang melindungi kehidupan dari pembuahan hingga kematian alami. - Mendukung Martabat Keluarga
Keluarga adalah pilar masyarakat, dan Dicastery menyoroti pentingnya memperkuat keluarga sebagai cara untuk mempromosikan kehidupan. Inisiatif mencakup mendukung kebijakan yang berpusat pada keluarga, mempromosikan pernikahan, dan menangani tantangan yang dihadapi keluarga, seperti kemiskinan, kekerasan, dan fragmentasi unit keluarga. - Mempromosikan Budaya Kehidupan dalam Konteks Global
Sejalan dengan Evangelium Vitae, Dicastery berupaya untuk membangun budaya kehidupan di mana semua manusia, tanpa memandang usia, kemampuan, atau keadaan, diperlakukan dengan rasa hormat dan martabat. Ini termasuk mempromosikan pendidikan dan program kesadaran untuk membantu individu dan komunitas lebih memahami kesucian hidup dan kewajiban moral untuk mempertahankannya. - Perawatan Kesehatan dan Perhatian untuk yang Paling Rentan
Salah satu pesan inti dari Evangelium Vitae adalah perhatian terhadap orang sakit, lansia, dan anggota masyarakat yang terpinggirkan. Dicastery bekerja sama dengan organisasi kesehatan Katolik dan kelompok kemanusiaan lainnya untuk menyediakan perawatan medis dan dukungan kepada mereka yang membutuhkan. Ini termasuk mendorong sistem kesehatan yang lebih baik yang memberikan akses ke layanan penting, sambil juga memastikan bahwa sistem ini menghormati martabat kehidupan manusia.
Dukungan Paus Francis untuk Warisan Evangelium Vitae
Paus Francis secara konsisten memperkuat pesan Evangelium Vitae selama masa kepausannya, dengan jelas menunjukkan bahwa sikap Gereja terhadap kehidupan tetap teguh. Dalam pesannya, Paus Francis sering mengulangi seruan Paus Yohanes Paulus II untuk melindungi kehidupan dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi.
Pada tahun 2015, Paus Francis menyatakan dukungannya terhadap ajaran Evangelium Vitae dalam ensikliknya tentang Laudato si’, di mana ia menyoroti hubungan antara keberlanjutan lingkungan dan perlindungan kehidupan manusia. Ia mencatat bahwa budaya “yang dibuang” yang mengabaikan kehidupan juga mengarah pada penghancuran lingkungan, menjadikan perlindungan kehidupan dan ciptaan terkait secara intrinsik.
Selain itu, Paus Francis telah menekankan pentingnya keadilan sosial dan martabat manusia. Ia sering merujuk pada bayi yang belum lahir, orang tua, dan mereka yang memiliki disabilitas sebagai kelompok yang sangat membutuhkan perlindungan dan advokasi dalam masyarakat. Komitmennya terhadap kehidupan terlihat tidak hanya dalam kata-katanya tetapi juga dalam tindakannya, saat ia berinteraksi dengan pemimpin dunia untuk mendorong kebijakan yang memprioritaskan kehidupan.
Melangkah Maju: Komitmen yang Diperbarui terhadap Budaya Kehidupan
Saat kita memandang ke depan menuju fase berikutnya dari misi penting ini, Dicastery untuk Memajukan Pengembangan Manusia Secara Integral akan melanjutkan upayanya untuk menghormati ajaran Evangelium Vitae. Tujuannya tidak hanya untuk melindungi kehidupan melalui undang-undang dan kebijakan, tetapi juga untuk menginspirasi gerakan global menuju budaya yang menghargai setiap manusia.
Pesan Evangelium Vitae tetap relevan hari ini seperti tiga puluh tahun yang lalu, terutama mengingat tantangan modern seperti kemajuan teknologi dalam bioteknologi, undang-undang eutanasia, dan lanskap perawatan kesehatan global yang berubah. Dalam konteks ini, pekerjaan Dicastery lebih penting dari sebelumnya, saat ia berusaha membangun jembatan antara iman, akal, dan rasa kasih untuk melindungi kehidupan di semua tahap.
Dengan merenungkan pesan Evangelium Vitae dan memperbarui komitmen Gereja untuk mempromosikan kehidupan, kita bisa berharap untuk masa depan di mana kehidupan dilindungi dan dihargai—baik sebagai hadiah suci maupun hak universal.
Leave a Reply